ORI.or.id
Website ini masih dalam masa perbaikan tim CerdasWeb
Dr. Ibrahim Qamarius Optimistis Lulus Tes Tulis Capim KPK, Begini Alasannya

Jakarta – Dr. Ibrahim Qamarius salah seorang Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masa Jabatan Tahun 2024-2029, yakin lolos tes calon pimpinan KPK.
Ibrahim menjelaskan, mungkin sebagian besar Capim KPK menduga soal yang keluar adalah pilihan ganda seperti pada seleksi sebelumnya, tetapi ternyata yang keluar pertanyaan esai.
Ada 4 pertanyaan wajib, dan 2 pernyataan pilihan yang dipilih dari 5 pertanyaan pilihan yang disediakan.
Lebih lanjut dijelaskan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh beberapa Capim KPK lainnya, bahwa beberapa pertanyaan antara lain wewenang KPK, pengambilalihan kasus oleh KPK, dan perampasan aset koruptor.
Selain itu ada pertanyaan pencegahan korupsi yang berimbang dengan penindakan, tindak pidana pencucian uang, koruptor menggunakan bitcoin dan teknologi lainnya untuk pengaburan hasil korupsi, dan lain-lain.
“Dengan soal-soal tersebut, Insya Allah saya merasa optimis akan lolos tes tulis yang akan diumumkan Pansel pada hari Kamis, 8 Agustus 2024,” ujarnya, Senin (5/8/2024)..
Ibrahim Qamarus dikenal sebagai pencetus ide pembatasan transaksi tunai, dan menawarkan pemberantasan korupsi 70-80%.
Ketika dikonfirmasi mengapa 70-80 persen, menurutnya 70-80% itu pada kondisi pembatasan transaksi tunai 100 juta. Kalau transaksi tunai dibatasi dibawah 10 juta akan bisa menekan korupsi diatas 90 persen.
”Dengan pembatasan transaksi tunai akan menjadi salah satu solusi pencegahan korupsi, disamping pencegahan lainnya. Pecegahan dan penindakan korupsi harus proporsinal (seimbang) dan keduanya harus ditingkatkan. Dengan demikian pemberantasan korupsi akan dapat dilaksanakan secara maksimal, sehingga KPK akan berwibawa dan mempunyai marwah serta dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap KPK,” jelasnya.
Karena idenya tersebut, Ibrahim Qamarius menjadi salah seorang Capim KPK yang masuk dalam radar untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sumber berita :